RSS

Cinta tak bertuan..

Hujan. Sebuah bangku, sepi yang lebam. Berdiam di ujung beranda dalam tempiasnya yang menggigilkan. Gelap mulai menyaru, menepis jingga di ujung senja. Termangu mengeja aroma tanah basah, membiarkan percik yang jatuh menebarkan bulir2 teramat halus ke ujung kulit. Membasahi lengan kemeja. Dingin. Tapi tak hendak beranjak. Hujan adalah penyimpan rahasia, saat aku bisa bertutur sepuas napas tanpa terdengar semesta. Karena hujan akan menyarukan suara-suaraku, menyembunyikannya dari burung-burung yang ingin tahu. Hujan akan mengambil teriakanku, yang adalah kumandang namamu dan menjatuhkannya ke tanah tanpa sehelai daunpun mampu mengejamu. Hujan adalah penjaga setiaku. Dia yang menyamarkan rona wajahku yang malu-malu, dan membiarkanmu tak tahu aku menunggu sapa dan tatapmu, dia juga yang menghapus jejak airmataku dan mengambilnya sebagai rinainya sendiri tanpa perlu menyampaikannya padamu.

Hujan. Sebuah bangku, dan rindu yang lebam. Aku menyapamu seramah rembulan saat purnama. Aku menuliskan indahmu dengan tinta yang kupinjam dari ganesha. Aku melafadzkan namamu dengan ketakziman yang dipunyai pertapa. Tapi kurasa kau tak mendengarku, kurasa kau tak hiraukanku. Tapi apa peduliku? Dan hujan menenangkanku, dia menangkap kecewaku dan menyampaikannya pada petir. Saat petir memecahkan amarahnya, kembali semesta tak perlu tahu kalau dia membawa serta geletar kecewaku. Ah, hujan memang selalu punya caranya sendiri untuk menyesap lukaku..

Hujan. Sebuah bangku, aku dan kamu dalam kenangan yang membiru, lebam. Derai tawa yang pecah menimpali derasnya, kita berbincang, diujung berandaku. Kau kisahkan berlembar lakon, dengan bahasamu yang khas, dengan ekspresi wajahmu yang lepas, kau biarkan burung malam cemburu pada binar bahagiaku, kurasa dia juga ingin berada di sampingmu dan tertawa sepertiku. Hujan, gigil. Aku mengenangnya sebagai saat pertama dimana aku bisa merasai hangatnya sebuah dingin malam. Adalah lakon kita, dalam iringan nyanyian semesta, mungkin sebuah lagu cinta atau entah.. bagiku, ini adalah cinta.

Hujan. Sebuah bangku, serpihan luka, lebam. Di ujung berandaku, membayang hangat wajahmu. Menyeka rindu yang parau. Sekian musim berlalu dalam ragu, aku menjemput diam dan membiarkannya menghuni tuturku. Entah bagaimana aku menyapamu, kurasa aku tak lagi seramah rembulan saat purnama. Bukan, bukan karena aku tak mau, tapi hujan memintaku. Biarlah hanya aku dan hujan yang tahu, tentang sebuah cinta yang tak lagi terceritakan. Tersimpan. Sebuah cinta tak bertuan.

 
2 Comments

Posted by on February 15, 2012 in Uncategorized

 

hujan

menyentuh hujan

menyusupkannya di helai rambutku

membiarkan kuyup wajah tengadahku, lalu

menggenggamnya di jemariku

 

hujan itu,

rinainya satu satu menelanjangi tangisku

dalam diam

bisu..

 

teriakanku beku terlibas derasnya

gemuruh dadaku meruap entah

tersambar halilintar, dipunahkan petir

hingga diam

 

sendiri,

tenggelam dalam hujan,

yang adalah engkau..

 

#senjasaatderas_Feb2012

 
Leave a comment

Posted by on February 3, 2012 in Uncategorized

 

masih?

masihkah kau menginginkanku?

ingin dekat dan membaui aroma tubuhku

yang selembut senja,  katamu

masihkah rinduiku?

dalam jejak nafas di ujung jemarimu

saat merdu kau panggil aku..

mungkin kau rindu

mungkin kau ingin

meski kau hanya diam

tak inginkah kau tanya aku?

tentang tangisku sore itu

yang bahkan kau tak tahu..

masih tangis yang kemarin,

masih juga tentang inginkanmu!

rindui mu..

#inspirasigerimissorehari, Jan2012

 
Leave a comment

Posted by on January 16, 2012 in Puisi

 

hey..

hey,

ada binarmu bertebaran di sepanjang pagiku

seperti pelangi senyummu kala itu

dan kembali,

menjumpa hujan tatapmu hari ini

masih seperti senja kemarin

teduhmu indah

indahmu ku suka

hey,

sudahkah ku katakan?

binarmu masih sepenuh purnama..

 
2 Comments

Posted by on January 16, 2012 in Puisi

 

aku rahasiamu

mengais rindu di matamu

aku tahu itu aku,

meski masihlah selalu tabu

itu aku !

yang kau coba sembunyikan di kedalaman matamu

yang kau paksa meringkuk di sudut tergelap hatimu

karena,

katamu..

aku hanyalah untukmu

dan bahkan,

semesta tak layak tahu !

 

#yangtercecer_ July14.2011

 
Leave a comment

Posted by on December 20, 2011 in Uncategorized

 

temani aku, Tuhan..

saat sendiri,

dan serpih malam meruapkan gundah

tentang mimpi semalam, atau tanya yang tak terjawab

tentang kisah esok hari, atau cemas yang entah..

saat sendiri,

dan bongkah malam menangkupkan gelisah..

 

Tuhan,

aku hanya inginkan engkau !

 

# desember.11_ pada sebuah larut

 
Leave a comment

Posted by on December 12, 2011 in Puisi

 

sebuah pinta… jangan pergi!

Kau bilang, lupakan aku…

Tapi kau ajak aku menari di hamparan mimpi-mimpi

Kau bilang, pergilah..

Tapi kau bawa aku ke pusaran kenangan yang tak berkesudahan

Kau bilang, lupakan tentang kita..

Tapi kau seret aku ke kubangan rindu dengan senandung lagumu

Dan kau lantunkan tuturmu yang itu..

yang membuatku jatuh mencintaimu

 

wahai engkau penghuni istana batinku,

bilakah kau lepaskan aku?

 

#desember_2011 ttgsatuinspirasi

 
Leave a comment

Posted by on December 8, 2011 in Puisi

 

engkau dimana ?

Saat benderang siang meminta nyalamu

Dan gelap malam mengambil seluruhmu

Entah di mana lagi aku harus mencarimu,

 

Kau, ada di setiap tepian jiwaku

Kau, ada di setiap titik nadiku

Kau, ada bahkan di setiap serat tubuhku

Tapi kau tak ada di depanku !

Kau tak ada di sampingku !

Kau tak mewujud untuk ku peluk..

Kau tak menyata untuk kudekap erat..

 

Dan, aku sangat rindu

Begitu rindu !!

 

#Oktober_dinihari

 
Leave a comment

Posted by on December 8, 2011 in Uncategorized

 

kadang hidup mengkhianatimu..

Sekejap semesta menjelma siluet..

Di mataku,

Rimbun dedaunan hanyalah seonggok hijau tak berserat

Batang-batang pohon tinggi itu, tak lebih dari sebarisan pagar coklat tanpa sekat

Dan lalu lalang keramaian di depanku,

Adalah sekelebatan bayang samar tanpa nama

 

Lalu kau..

Tiba-tiba kulihat senyummu merajut siluet getirnya nasib yang tertulis

Pendar kerjapmu terbata dalam senja yang tersaru malam

Meredup, dan hilang

 

Kau ada, juga tiada..

Kau nyata, tapi tak menjelma siapa..

Kau hidup, tapi kehidupan mengkhianatimu

Memaksamu beringsut, menepi, dan meninggalkan jejak tak teringat !

 

Dan seketika,

Ku temukan kau tak lagi ada.. dalam fanaku!

 
Leave a comment

Posted by on December 8, 2011 in Uncategorized

 

burung cinta

Seketika massa menyusut di telan kabut

Matahari beringsut menjauh, memudarkan terangnya sewarna senja

Angin menjeda, menghela riuhnya

Kabut tipis merinai perlahan, tanpa suara, tanpa sapa

Senyap, hampa..

 

Tapi lihatlah, sepasang burung kecil itu

Sayap mungilnya berpelukan, paruh rapuhnya berpagutan

Menghalau dingin, menyatukan hangat

Menikmati diamnya semesta,

Menghayati irama alam,

Selaras degup jantung mungil mereka yang perlahan

 

Masihkah kau kenali mereka?

Sepasang burung cinta,

Yang pernah juga singgah di semesta kecil kita,

Ruang jiwa kita..!

 

#November_2011

 
Leave a comment

Posted by on December 8, 2011 in Puisi

 
 
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.